KESAKSIAN PENGGUNA SRIYONI

Nah Berikut ini adalah kegunaan dan beberapa testimoni dari berbagai kalangan :

Nah untuk Wilayah Jawa Timur dan Sekitarnya kami masih membuka lowongan agen – agen untuk product tersebut dengan menghubungi : ALI MUSTOFA 081932948453 / 081235290945 atau melalui email ali.mustofa21@gmail.com dan ali.mustofa1979@yahoo.com.

SRIRATRI & SRIYONI

SRIYONI
Agar Wanita Lebih Percaya Diri

Apakah SRIYONI itu ?
Sriyoni adalah produk perawatan organ intim kewanitaan yang berbentuk cair, bukan sabun atau produk lain yang menyebabkan iritasi pada organ intim karena tidak adanya keseimbangan pH. Ciri-ciri Sriyoni adalah berbahan cair, jernih, tidak berwarna, tidak berbusa dan tidak berbau tajam.

Siapa saja yang bisa menggunakan SRIYONI ?
Sriyoni bisa digunakan bagi wanita yang sudah memasuki masa menstruasi. Aman bagi belum menikah, sudah menikah maupun yang sudah berada pada fase menopause.

Bagaimana penggunaan Sriyoni ?
Sriyoni berbentuk cair sehingga mudah digunakan, cukup disemprotkan pada organ intim wanita. Penggunaan secara spesifik adalah sbb :
a. Bagi Wanita Yang sudah menikah :
Rendam botol kemasan dalam air hangat dengan temperatur 60-70° C selama kurang lebih 5 menit. Gunakan 5-10 menit sebelum berhubungan.
Untuk perawatan biasa, semprotkan 2X sehari tanpa perendaman air hangat
b. Bagi Wanita yang belum menikah :
Semprotkan 2X sehari tanpa perendaman air hangat.
Bagi perawatan pada saat menstruasi dan pasca melahirkan (masa nifas) :
Semprotkan setiap 3 jam sekali tanpa perendaman air hangat.

4. Apa saja manfaat Sriyoni pada wanita ?
Membantu menurunkan kelembaban organ intim wanita
Membantu mengencangkan otot-otot bagian kewanitaan
Mengatasi bau tak sedap
Membantu mengatasi keputihan
Sebagai bahan antiseptik dan anti bakteri
Membantu meluruhkan kotoran-kotoran yang menempel pada dinding rahim (gurah vagina)
Membantu mengurangi iritasi atau radang
Membantu mempercepat penyembuhan luka dalam organ kewanitaan
Membantu memperbaiki siklus menstruasi

5. Siapa saja yang disarankan menggunakan Sriyoni ?
Wanita yang sedang menstruasi :
- mengurangi kelembaban
- memberikan rasa nyaman
- mengurangi bau tak sedap / amis
Wanita pasca melahirkan / masa nifas :
- Membantu mengeluarkan sisa-sisa darah kotor
- Membantu mengencangkan otot seperti semula
Wanita yang mengalami keguguran / kuret :
- Membantu mengeluarkan sisa-sisa darah kotor
- Membantu mengencangkan otot seperti semula
Wanita yang belum menikah :
- Perawatan kesehatan dan kebersihan organ kewanitaan
- Membantu mencegah pertumbuhan bakteri jahat
Wanita yang mempunyai kista / myoma :
- Memperlambat pertumbuhan kista
Wanita dengan menstruasi tidak teratur:
- Memperbaiki siklus menstruasi

6. Siapakah yang dilarang menggunakan Sriyoni ?
Sriyoni dilarang digunakan pada ibu hamil dan wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

7. Apa saja reaksi yang mungkin muncul pada saat pemakaian Sriyoni?
Terasa panas atau keluar cairan pada organ :
Menandakan telah ada iritasi atau luka sebelum penggunaan Sriyoni
Terasa gatal pada organ :
Menandakan bahwa terdapat keputihan dan jamur
Keluar darah kotor yang lebih banyak :
Sriyoni sedang bereaksi melakukan pembersihan

8. Mengapa wanita yang sehat juga disarankan menggunakan Sriyoni ?
Aktivitas tinggi menyebabkan kelembaban berlebihan bagi organ intim
Bahan baku pembalut yang tidak aman
Pemakaian sabun mandi atau sabun kewanitaan yang cenderung terlalu basa sehingga menimbulkan ketidakseimbangan pH

9. Mengapa Sriyoni aman untuk organ intim wanita ?
Sriyoni memiliki pH yang sama dengan pH organ intim yang sehat.
Tidak mengandung bahan pewarna, bahan kimia dan pewangi buatan

10. Apa saja bahan aktif Sriyoni ?
Sriyoni terbuat dari ekstrak daun sirih dan ozonisasi air.

Untuk Wilayah Jawa Timur dapat menghubungi Agen dan Distributor Resmi
Melalui call atau sms : 081932948453, 085335289235, 085788178796, 085379157773 (APRIES MUBA)

Antara Filasfat Jawa dan Moral

Saat ini kebudayaan Jawa, terutama Filsafat Jawa hampir hilang dari kehidupan masyarakat. Kehidupan kita yang cenderung “western” telah mengabaikan filsafat- filsafat Jawa tersebut. Padahal dalam filsafat-filsafat tersebut mengandung ajaran “adiluhung” yang sangat berguna bagi kehidupan masyarakat.
Filsafat Jawa pada dasarnya bersifat universal. Jadi filsafat Jawa bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat Jawa saja, tetapi juga bagi siapapun yang ingin mempelajarinya.
Beberapa filsafat jawa yang biasa
- Memayu hayuning bawana (melindungi bagi kehidupan dunia)
- Sukeng tyas yen den hita (suka/bersedia menerima nasihat, kritik, tegoran)
- Jer basuki mawa beya (keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan)
- Ajining dhiri dumunung ing kedhaling lathi (nilai diri seseorang terletak pada gerak lidahnya)
- Ajining sarira dumunung ing busana (nilai badaniah seseorang terletak pada pakaiannya)
- Amemangun karyenak tyasing sesama (membuat enaknya perasaan orang lain)
- Kridhaning ati ora bisa mbedhah kuthaning pasthi (Gejolak jiwa tidak bisa merubah kepatian)
- Budi dayane manungsa ora bisa ngungkuli garise Kang Kuwasa (Budi daya manusia tidak bisa mengatasi takdir Yang Maha Kuasa)
- Sura dira jayaningrat lebur dening pangastuti (kemarahan dan kebencian akan terhapus/hilang oleh sikap lemah lembut)
- Tan ngendhak gunaning janma (tidak merendahkan kepandaian manusia)

Masih banyak filsafat-filsafat jawa yang lain. Satu hal yang harus diingat, mempelajari kebudayaan suatu daerah bukan berarti kita menjadi “rasis” atau fanatik kedaerahan, namun itu semua sebagai wujud pertanggung jawaban kita terhadap peninggalan nenek moyang bangsa kita. Dan juga melestarikan kebudayan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab warga daerah tersebut. Tetapi juga menjadi tanggung jawab kita semua.. (ingat semboyan bangsa kita “Bhineka Tunggal Ika”…..)
Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang hidup modern, tetapi juga bangsa yang mampu hidup modern tanpa meninggalkan ajaran dan nilai luhur kebudayaannya.

Dari bahasan diatas tentang filsafat jawa tentu ada kaitannya dengan Budaya Jawa yang adiluhung yaitu Wayang. Menurut saya wayang adalah cerminan budaya yang complit dan tentunya semua unsur seni masuk disitu baik seni lukis, musik, teater dan lainnya dan tak lupa didalam pertunjukannya tentu slalu mengedepankan tontonan, tuntunan dan tatanan.

-         Wayang sebagai tontonan sudah jelas enak untuk ditonton atau dilihat atau didengarkan.

-         Wayang sebagai tuntunan sudah jelas pula dalam pertunjukan selalu diselipkan ajaran ajaran budi pekerti yang tentunya syarat dengan pesan pesan moral.

-         Wayang sebagai tatanan sedah jelas pula bahwa tata kehidupan manusia sudah digambarkan dalam sebuah alur cerita yang dibawakan sang Dalang.

Wujud nyata sebagai pertanggung jawaban kita terhadap peninggalan nenek moyang kita ini bukan hanya menikmati saja, akan tetapi bagaimana kita harus berperan aktif dalam melestarikan atau nguri – uri kebudayaan dengan berbagai cara tanpa harus merugikan berbagai pihak.

10 atau 20 Tahun yang akan datang kita tidak tahu apakah masih seperti ini atau makin ngremboko atau jalan ditempat atau malah mundur dan hilang ditelan peradaban jaman yang istilahnya ditelan peradaban modern. Kita tidak tau apakah nanti anak cucu kita tahu atau suka dengan wayang di 10 atau 20 Tahun yang akan datang ?. tentu yang bisa menjawab adalah kita sendiri.

Seni bisa disebut Sentuhan Nurani

Pengertian seni menurut para Ahli adalah sebagai berikut :

M. Adler : sesuatu yang memberi kita kesenangan
T. Aquines : sesuatu yang apabila dilihat membuat senang
Aristoteles : sesuatu selain baik juga menyenangkan
J. Bushnel : kualitas yang mendatangkan apresiasi
S. Coleridge : perpaduan sesuatu yang baik
F. Hegel : identitas yang sempurna dan nyata
Michellengolo : penyingkiran hal yang berlebihan
Frans H : sesuatu yang dapat memberi ide dan gagasan
Jonhson : perimbangan bagian yang menyenangkan
I Kant : sesuatu yang menyenangkan seketika, dan semesta
Eric W : gejala yang dapat di cerna oleh indra dengan baik
Herbert : bentuk penerapan indrawi manusia yang senang
J. Ruskin : benda yang dapat memberi kesenangan

  • Brade (1956) seni adalah pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang membahagiakan jiwa spiritual manusia
  • Lager (1964) seni adalah kegiatan untuk menciptakan sesuatu yang dapat dipahami oleh perasaan manusia bentuknya berupa lukisan patung, arsitektur, musik, tari, film dan lain-lain
  • Read (1968) seni adalah ekspresi sebuah pengalaman nyata yang memiliki nila yang berdiri sendiri yang dapat ditangkap oleh panca indra

Indonesia memang menpunyai banyak ragam seni dan budaya yang tak lepas dari karakter bangsa ini. Dan dalam seni dan budaya tersebut tentu syarat akan pesan moral dan filsafat hidup. Akan tetapi sangat ironi bila semakin hari, berganti bulan dan berganti tahun  tidak pernah terkover oleh kesatuan budaya sehingga terabaikan dengan sendirinya seandainya dinas terkait memperhatikan itu, kan bisa di komersilkan buat provit devisa. Dan kita sendiri dengan acuh tak acuh hanya sebagai penikmat saja dan tanpa ada greget untuk ikut berperan aktif memberikan contoh kepada lingkungan, anak cucu kita.

Kesenian pada saat ini mulai terabaikan karena tergeser perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Ini dikhawatirkan akan menimbulkan pergeseran nilai dan alih fungsi kesenian, baik sebagai hiburan, reli-gi, maupun fungsi sosialnya. Terus bagaimana wujud nyata kita dalam wadah PPW ini untuk dapat menjaga dan melestarikannya. Dan bagaimana dari sekian banyak penikmat pasif  penikmat pasif yang ada di dunia maya ini dapat tergugah hatinya untuk berperan aktif dalam PPW.

Moral

Pengertian Etika, Moral dan Etiket

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.

Lunturnya moral bangsa ini banyak factor atau penyebabnya juga, antara lain adalah :

Akibat Penurunan Kualitas Dalam Sajian Tontonan

Akibat dari tidak adanya lagi Pendidikan moral di sekolah atau lebih dikenal dulu adalah PMP (Pendidikan Moral Pancasila)

Kurangnya memahami Agama atau kepercayaanya sendiri

Dan sebagainya

Apa kaitannya dengan semua tadi diatas ?

Dengan lunturnya moral kita maka seni budaya yang adiluhung ini luntur juga dan akan tergilas oleh jaman.

Dengan lunturnya moral kita akan merusak tontonan, tuntunan dan tatanan dalam kehidupan.

Dengan lunturnya moral kita jelas tidak akan bisa membedakan halal & haram, baik dan buruk.

Dengan lunturnya moral kita akan tetap menjadi penikmat pasif dan cenderung menutup diri.

Dengan lunturnya moral Filasfat jawa yang begitu indahpun sudah tak mungkin lagi kita pahami, kita dengar, bahkan kita terapkan dalam sendi kehidupan manusia.

Dengan lunturnya moral maka PPW akan terus berjalan ditempat.

Dengan lunturnya moral maka penikmat pasif  penikmat pasif tak mungkin bisa terketuk hatinya.

Indonesia akan maju, seni budaya akan tumbuh subur sebagai mana mestinya apa yang harus kita perbaiki ?

Tak ada lain MORAL

INGAT

Memperbaiki Moral tidak seperti memperbaiki Computer atau perangkat elektronik, atau mesin mesin pabrik atau alat alat lain buatan manusia.

Sebagian yang saya tulis ini adalah hasil sharing saya dengan Pak Hanarko Koko atau lebih dikenal dengan Pak Koko.

Beliau adalah pelaku seni yang tergolong senior di Trenggalek Jawa Timur khususnya dan cukup banyak jasa beliau dalam pengembangan seni khususnya Krawitan dan langkah konkrit beliau nyata sehingga semua anak beliau semua bergelut didunia seni, anak pertama kuliah di ISI Surakarta dan anak kedua bahkan masih SMP sudah mengelola Sanggar tari Tradisional yang cukup ternama di Jawa Timur.

Tak jauh beda yang di Yogyakarta yaitu Bapak Drs Sigit Tri Purnomo atau lebih familier KSMS (Ki Sigit Manggolo Seputro) juga sebagian dari segelintir pelaku seni yang telah mewariskan darah seninya ke Anak anak beliau.

Ini sebagian kecil contoh langkah konkret pelaku seni yang ada di Indonesia.

http://nusantara17081945.blogspot.com/2011/02/video-nggegok-by-campursari-tombo.html

Link diatas salah satu karya seni bapak Koko

Jangan hanya sekedar penikmat pasif


 

Belakangan ini cukup ramai pengunjung WP yang tercinta ini baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan dilihat dari statistic blog menurut pendapat saya sangat membanggakan.

Komunitas PPW sebagai mana telah dituliskan dibeberapa waktu yang lalu adalah termasuk komunitas minoritas yang artinya adalah komunitas kelompok kecil yang tak berarti apa – apa. Tapi bukan berarti kita sebagai kelompok minoritas tidak berguna atau sia – sia. PPW sebagai kelompok minoritas jelas terasa saat ini, akan tetapi tidak bila kita bisa menyikapi atau mensikapi dengan berbagai macam cara, entah itu dengan pembentukan struktur organisasi secara legal baik ataupun ormas non profit dan non politik.

Masih ingatkah ?

Atau mungkin sudah lupa, beberapa tulisan mas Pranowo Budi yang lalu dan mengambil judul THE BUNTUT DOWO. Di tulisan tersebut saya ulang kembali sebagian :

 

Konsekwensi sebagai buntut apa ? Ada positif dan negatifnya tentu

Negatif :

  • Biasanya menjadi kaum minoritas
  • Suaranya jarang didengar (atau malah tidak sama sekali) alias nggak punya power
  • Konten yang disasar relatif terbatas dan perkembangannya seret
  • Khusus komunitas wayang, mayoritas anggota adalah kaum kadaluwarsa alias wis tuwo-tuwo (meskipun ada terselip beberapa yang masih muda)

Positifnya :

  • Jalinan ikatannya kuat karena merasa senasib
  • Cenderung anggotanya berjiwa militan tidak oportunis
  • Meskipun konten terbatas, semangat anggotanya tergolong luar biasa untuk memperbanyak konten dan dibagikan ke semua anggota
  • Khusus komunitas wayang, biasanya anggotanya lebih bijak dalam menyikapi hidup (tidak termasuk saya) he he he …

Dan bagi saya pribadi sebagai pengelola blog wayangprabu, karena sudah menyadari positioning blog ini maka sedari awal sudah yakin bahwa pengunjung tidak akan booming. Dan kenyataannya hingga kini paling banter setiap harinya hanya sekitar 6 ribuan page view yang di klik oleh pengunjung. Mboten dados masalah, jalaran sanes hits ingkang kita padosi. Namun hal positifnya ya seperti tertulis pada point 2 diatas, yaitu mayoritas pengunjung adalah pengunjung setia yang me-menteleng-i update blog selalu.

Menyesalkah Anda menjadi kaum minoritas ?

Dari ini kita ambil pelajaran yang sangat berharga, coba bayangkan apabila kita sebagai kaum minoritas yang pasif (hanya penikmat saja) atau lebih dimaksud hanya download saja, ikut milis hanya untuk intip password, tanpa ada kontribusi yang berarti buat kita sebagai kaum minoritas. Sungguh sangat disayangkan ….!!!!!!

Apalagi lebih ironis lagi sebagian dari kita ada yang mengambil keuntungan secara pribadi  atau mengkomersilkan hasil dari Download mp3 atau Video dari blog ini. Dalam hati kecil dan mungkin hati besar saya mengatakan sungguh biadab, atau malah triadap, bahkan panca adab, sudah minoritas ada saja yang seperti ini.

Keprihatinan saya tidak cukup itu saja. Bahkan saya perhatikan yang sangat berperan aktif dalam PPW malah saudara – saudaraku yang ada di luar zona dimana yang seharusnya ada sebagai contoh adalah Jawa Barat (nota bene bukan asalnya wayang kulit) sebagian besar disanalah pusat atau roh PPW ini eksis, Jawa tengah mana, Yogyakarta mana, ayo kita saling berbagi dan berkontribusi, MALAH sangat menyedihkan JAWA TIMUR MANA ?…..aku coba ketuk hatinya penikmat pasif di Jawa timur.

Jawa timur adalah daerah yang dimana kreatifitas budaya sangat tinggi terbukti dari banyaknya seni budaya yang eksis terus, bahkan setiap tahun selalu diadakan Kirab Budaya peisiran dan itupun sebagai agenda rutin bahkan seperti wajib. Dari situ sudah terlihat bahwa penikmat dan pelaksana budaya masih ngremboko atau subur. Dan jauh dibanding dengan Jawa tengah, DIY apalagi Jawa Barat. Itupun dalam pengamatan saya, maaf apabila salah pengamatan saya. di Jawa timur tumbuh subur Sanggar – sanggar Pedalangan dalam wadah PEPADI pun tetep eksis yang jadi ironis adalah kenapa begitu besar dan subur tapi seolah olah tertutup, pasif dan seolah olah tak mengerti keberadaan WP atau PPW. Padahal saya ulangi lagi penikmat pasif, pengintip password, bahkan pemanfaatan WP hasil download dengan tidak semestinya mungkin ada. Yang selalu setiap hari cek atau browsing pasti ada.

Dengan ini aku ketuk hatinya yang paling dalam sekali lagi, bagi  teman – teman, saudara – saudaraku sesama PPW sebagai kaum minoritas untuk saling berbagi, berkontribusi, secara positif dan nyata, marilah kita bantu baik moral atau mungkin material untuk terbentuknya struktur kepengurusan PPW yang kredibel loyal dan nyata untuk ikut melestarikan budaya bangsa yang adi luhung ini.

Kita akan terlihat apabila kita berani muncul atau tampil, Insya Alloh kita akan diperhitungkan walaupun kita minoritas dimata bangsa Indonesia ini.

Mari kita dukung PPW secara riil/ secara nyata.

Akhirnya cukup sekian dulu, bila ada kata atau tulisan yang kurang berkenan dihati pembaca dan suadara – saudaraku PPW dimana saja berada saya mohon maaf yang sebesar – besarnya.

 

Ali Mustofa

Jawa timur.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.